Warga Semampir Keluhkan Proyek Box Culvert, Dinilai Rugikan Masyarakat dan Tanpa Sosialisasi


Tajamnews86.site || SURABAYA – Proyek pemasangan saluran air box culvert oleh pemerintah yang sejatinya bertujuan untuk mengantisipasi banjir dan memberikan infrastruktur terbaik bagi masyarakat, kini justru menuai keluhan keras dari warga RT 2 / RW 08, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya.Sabtu (20/6/2026 ) 


​Pemasangan saluran yang berlangsung sejak awal Juni 2026 ini dinilai tidak matang secara teknis dan mengabaikan dampak lingkungan sekitar. Pasalnya, struktur box culvert yang dipasang diduga kuat menutup jalur pembuangan air alami milik pemukiman warga tanpa disediakan lubang pembuangan alternatif. 


Akibatnya, aliran air dari arah barat tersumbat total dan berpotensi memicu genangan baru yang merugikan rumah-rumah warga di sepanjang area terdampak.


​Minim Sosialisasi dan Koordinasi Tingkat Bawah

​Kekecewaan warga semakin memuncak lantaran proyek strategis ini berjalan tanpa adanya komunikasi terlebih dahulu. 


Menurut keterangan salah satu warga setempat, tidak ada sosialisasi maupun koordinasi yang dilakukan oleh pejabat kampung mulai dari pengurus RT, RW, hingga pihak Kelurahan Wonokusumo sebelum alat berat dan material diturunkan ke lokasi.


​"Sama sekali tidak ada sosialisasi dari pemerintah bawah. RT, RW, maupun kelurahan tidak ada koordinasi dengan warga. Padahal saluran air di sisi barat jadi tersumbat total karena tertutup proyek ini," ujar warga saat diwawancarai di lokasi.



​Kondisi di lapangan menunjukkan area galian masih digenangi air dan lumpur pekat. Berdasarkan dokumen teknis ideal, area kerja galian terbuka mestinya melalui tahap dewatering (pemompaan air keluar) serta pengecoran beton rabat (lean concrete) agar dudukan box culvert rata dan tidak mudah amblas.


​Namun, fakta berbeda disampaikan oleh penanggung jawab sekaligus pemborong proyek, Akbar. Saat dikonfirmasi oleh awak media, Akbar mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait metode kerja mereka.


​"Terkait pemasangan box culvert itu, memang tanpa adanya lahan kering. Itu tidak ada di dalam SOP nya," tegas Akbar singkat.


Selanjutnya terkait pembuatan lubang air yang dari sisi barat,akbar menjawab akan di kerjakan secepatnya,dan di tanyai kapannya, bungkam beribu bahasa. 




​Masalah tidak berhenti pada aliran air. Ketidakhati-hatian dalam proses pengerjaan juga berdampak pada fasilitas publik lainnya. Seperti yang terlihat dalam sejumlah warga terpaksa turun tangan dan berkerumun di area galian berlumpur untuk memeriksa kondisi kabel telekomunikasi milik Telkom yang tertanam di bawah tanah. Kabel tersebut sempat terputus akibat terkena hantaman alat proyek dan sempat hilang/tertimbun di area pemasangan box culvert. 


​Harapan Warga

​Melalui momentum ini, warga RT 2 Wonokusumo berharap penuh agar pemerintah tingkat bawah, khususnya pihak Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir dan jajaran terkait,segera turun ke lapangan untuk melakukan mediasi dengan warga dan pihak kontraktor. 


Warga menuntut adanya perbaikan desain saluran agar jalur pembuangan air pemukiman tidak mati, serta mendesak penerapan standar keselamatan kerja yang lebih profesional demi kenyamanan bersama.

(Red)

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama